Translate

Sabtu, 22 Juni 2013

Heritabilitas



Heritabilitas adalah parameter genetik yang mengukur kemampuan suatu genotipe dalam populasi tanaman untuk mewariskan karakter yang dimiliki atau suatu pendugaan yang mengukur sampai sejauh mana variabilitas penampilan suatu genotype dalam populasi tanaman terutama yang disebabkan oleh peranan faktor genetik (Poelman dan Sleeper, 1995).  Heritabilitas mengacu kepada peranan faktor genetik dan lingkungan terhadap pewarisan suatu karakter tanaman (Allard, 1960).  Heritabilitas merupakan pernyataan kuantitatif dari faktor keturunan dibandingkan dengan faktor lingkungan dalam memberikan penampilan akhir. 


Berdasarkan pernyataan tersebut maka dapat dikatakan heritabilitas merupakan estimasi proporsi keragaman suatu sifat yang disebabkan oleh faktor genetik relatif terhadap faktor lingkungan.  Aplikasi pemuliaan tanaman tidak dapat lepas dari pengaruh lingkungan yang ada, karena tanman dalam pertumbuhannya merupakn fungsi dari genotipe dan lingkungan.  Respon tanaman yang spesifik terhadap lingkungan yang bergam mengakibatkan adanya interaksi antara genotipe dan lingkungan (GXL).  Pengaruh interaksi yang besar secara langsung akan mengurangi kontribusi dari genetik dalam penampilan akhir.

Ragam fenotipik merupakan fungsi penjumlahan dari ragam genetik, ragam lingkungan dan ragam interaksi genotipe x lingkungan.  Ragam genetik merupakan ragam yang disebabkan oleh keragaman genetik. Ragam lingkungan adalah ragam yang ditimbulkan akibat lingkungan yang berbeda.  Ragam interaksi genotipe dan lingkungan adalah ragam yang ada antar genotipe yan sama dalam lingkungan yang berbeda.  Besarnya ragam interaksi dan ragam genetik tersebut sangat menentukan apakah suatu genotipe mempunyai daya adaptasi yang luas atau sempit.  Genotipe yang mempunyai ragam genetik lebih kecil dibandingkan ragam interaksi genotipe dan lingkungan maka genotipe tersebut belum stabil karena penampilannya akhirnya pengaruh lingkungan lebih berkontribusi mempengaruhi penampilannya.


METODE ANALISIS DATA

Data kuantitatif hasil pengamatan pada dua lokasi, yaitu Cikabayan dan Cilibende diuji dengan uji F pada anilisis ragam gabungan dengan menggunakan sofware SAS versi 6.12.  Sedangkan untuk analisis uji lanjut antara genotipe kacang panjang mengunakan uji Duncan pada taraf α 5%.  Data kuantitatif yang diamati pada praktikum ini adalah data bobot dan panjang per 10 buah kacang panjang.  Analisis ragam gabungan untuk 2 lokasi disajikan pada tabel 1.

            Tabel 1.  Analisis Ragam Gabungan di Dua Lokasi Menggunakan Model
                           Acak
Sumber                  Derajat Bebas      Kuadrat Tengah                  Nilai harapan                       Fhitung
Keragaman                    (db)                       (KT)                      E(KT)                               
Lokasi                    (l-1)                                M5                                  σe + g σr/l + gr σl          M5/M4
Ulangan/Lokasi   l(r-1)                               M4                                  σe + g σr/l
Genotipe                (g-1)                                M3                                  σe + r σgl + rl σg            M3/M2
G X L                     (g-1)(l-1)                        M2                                  σe + r σgl                          M2/M1
Galat                      l(g-1)(r-1)                       M1                                  σe

Untuk mengetahui bahwa genotipe dan interaksi genotipe x lingkungan berbeda nyata bisa dilihat dari nilai P > F.  Apabila nilai P > F  bernilai kecil dibandingkan dengan taraf uji maka dikatakan berbeda nyata, dan sebaliknya apabila bernilai besar maka dikatakan tidak berbeda.                        

Pendugaan komponen ragam genetik, ragam interaksi genotipe dengan lingkungan, ragam lingkungan , dan ragam fenotipe berdasarkan tabel 1. menurut Gomez dan Gomez (1984), dilakukan dengan cara sebagai berikut :

Ragam genetik / σg = (M3 - M2)        ; Ragam interaksi G x L / σgl = (M2 - M1)
                                            rl                                                                              r      
Ragam galat / σe = M1                        ; Ragam fenotipe/ σp =  σg + σgl + σe

Heritabilitas arti luas plot basis    =  σg
                                                    σp

Kriteria dugaan heritabilitas (h) menurut stansfield (1983), sebagai berikut :
0  < h2 ≤ 20    :  rendah
20 ≤ h2  < 50   :  sedang
50 ≤ h2  < 100 :  tinggi

Untuk menghitung koefisien keragaman genetik (KKG) dihitung dengan rumus:
KKG =   V σg  
                            XT    
dimana : σg ragam genetik , dan  XT   : Nilai tengah peubah dati total seluru genotipe


HASIL ANALISIS DATA

UJI LANJUT DUNCAN

Berdasarkan analisis data pengamatan bobot dan panjang kacang panjang pada dua lokasi disajikan pada tabel 2.

            Tabel 2.  Nilai Tengah Bobot dan Panjang Kacang Panjang pada Dua Lokasi

Genotipe                                 Bobot (cm)                              Panjang buah (cm)
PM 777                                   206a                                         58.46a
Lorena                                     186abc                                       56.40a
Kencana                                  120d                                         49.06b
Jombang Merah                       146bcd                                       48.58b
Leuwi Kopo                            196ba                                        48.10b
Hijau                                       150bcd                                       46.82b
Pilar                                         136cd                                        44.82bc
Cibeureum                               130d                                         43.34bc
Majalengka                              118d                                         43.30bc
Putih                                        156bcd                                       40.24c
CV (%)                                    23.02                                       9.16
G x L                                       tn                                             tn                    
Keterangan :  Nilai yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata
                       berdasarkan uji Duncan pada taraf α 5%.
                          tn = tidak berbeda nyata      

Berdasarkan analisis data dengan software SAS 6.12 interaksi genotipe x lingkungan untuk bobot dan panjang buah kacang panjang tidak berbeda nyata, tetapi secara antar genotipe berbeda nyata. Beberapa kemungkinan jawaban mengenai kenapa tidak ada interaksi genotipe x lingkungan, kemungkinan pertama adalah jumlah lokasi yang dipakai kurang (hanya dua lokasi) sehingga perlu diperbanyak lokasi percobaan dan dilakukan perbedaan lokasi berdasarkan ketinggian tempat, atau tingkat kesuburan lahan.  Kemungkinan lain adalah perlu dilakukan percobaan pada beberapa musim sehingga data kuantitatif yang teramati akan lebih beragam dan akan mencerminkan perbedaan lingkungan yang menguji ragam genotipe. 



KOMPONEN RAGAM DAN HERITABILITAS

Komponen ragam genetik, ragam interaksi genetik dan lingkungan,  ragam galat, dan nilai pendugaan heritabilitas, dan koefisien keragaman genetik disajikan pada tabel 3.

            Tabel 3.  Nilai Ragam Genetik (σg), Ragam Interaksi (σgl ), Ragam Galat
                          (σe), Ragam Fenotipe (σp),  Nilai pendugaan Heritabilitas (h2)
                          dan Koefisien Keragaman Genetik (KKG).

Komponen                                       Bobot Buah                    Panjang Buah
Ragam Genetik (σg)                           507.85                            23.31
Ragam Interaksi (σgl )                       216.10                              1.94
Ragam Galat (σe)                             1,263.70                            19.26
Ragam Fenotipe (σp)                       1,987.65                            44.50
Heritabilitas (h2)                                        26 %                             52 %
Koefisien Keragaman Genetik (KKG)                   15 %                             10 %

Berdasarkan kriteria stansfield (1983) peubah bobot buah memiliki kriteria sedang (26 %), dan peubah panjang buah kacang panjang memiliki kriteria tinggi (52 %).  Penerapan seleksi langsung untuk memilih genotipe superior atau perbaikan genetik peubah bobot buah melalui proses hibridisasi kurang efektif, sedangkan untuk perbaikan genetik peubah panjang buah akan sangat efektif karena memiliki nilai pendugaan heritabilitas yang tinggi. 
Nilai koefisien keragaman genetik yang bertujuan untuk melihat tingkat keragaman yang ada antar genotipe yang diuji.  Koefisien keragaman genetik (KKG) pada peubah bobot dan panjang buah berkisar 10 % - 15 % ini termasuk rendah, dengan nilai KKG yang rendah menunjukan tingkat keragaman antar genotipe yang rendah pula.







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar